Ketika Kebijakan Publik di Politisasi

Jatah siaran pagi selalu harus membuat para penyiar memutar otak. karena di salah satu sesi harus ada topik yang kritis utk diperbincangkan dgn para pendengar pagi itu. setelah memutar otak, menimbang dan memilih, akhirnya aku dan Wahyu Pranata, rekan duet tandem, mutusin utk mengangkat tema tentang kenaikan harga BBM yang kabarnya bakal naik 17 Juni ntar. yahhh, lumayan beratlah ya tema pagi ini.

awalnya aku mikir tema begini bakal sepi pendengar, karena memang sudah diangkat beberapa kali.. tapi ternyata jumlah telepon yg masuk lumayan menutupi durasi. ditengah topik gak sengaja kita nyinggung masalah pencitraan yg emang mulai banyak jelang pemilu, salah satunya pencitraan di kalang partai politik nih.

pasti tau dong ya, dgn beberapa spanduk yg dipasang Partai Keadilan Sejahtera yg menyatakan menolak kenaikan harga BBM. cukup menggelitik sebenarnya statement yg ada di spanduk2 ini, selain karena PKS merupakan salah satu partai koalisi pemerintahan, juga karena pernyataan di dalam spanduk2 yg disebar di berbagai kota ini..

kebijakan pemerintah yg sebenarnya kan berkaitan dengan pengurangan subsidi BBM yang tidak sesuai sasaran. namanya juga subsidi, ya udh pasti dong ya kalau sasarannya ya masyarakat menengah kebawah.. tapi kalo dilihat justru penggunanya para pengguna mobil mewah, yang notabene masyarakat dari kalangan mampu sampai tajir pisan..

spanduk dari partai ini secara terang-terangan mengatakan menolak kenaikan harga BBM, apa pada gk ikut rapat DPR ya? pengurangan subsidi BBM ini memang berimbas pd kenaikan harga BBM, tapi kelebihan dana ini kan justru akan digunakan untuk kepentingan masyarakat yg lebih tepat sasaran, kayak bantuan medis masyarakat, bantuan langsung tunai, dana pendidikan dan berbagai kebijakan yang tujuannya utk mensejahterakan rakyat. kalau partai ini menolak utk setuju dgn kebijakan pemerintah ini, berarti mereka setuju dong dgn bentuk memperkaya para konlomerat yg selama ini justru mendominasi penggunaan BBM bersubsidi.

yang harus dikritisi dan diawasi justru apakah nanti dana hasil pengurangan subsidi ini memang digunakan sesuai dgn tujuannya. fokus para pejabat ini seharusnya diarahkan kesana, bukan justru melakukan tindakan pencitraan yang ingin memenangkan hati masyarakat, pasca kasus penggelapan daging sapi yang melibatkan para petinggi partai ini. 

miris ya sebenarnya, para pejabat yg diharapkan utk memberikan aspirasi masyarakat justru seringkali menyalahgunakan posisi yang dimiliki untuk kepentingan segelintir orang. well mungkin cuma PKS yang mengedepankan kepentingannya, hampir semua parpol juga begitu. mungkin karena lagi bernasib sial, partai ini menghalalkan segala cara untuk memperbaiki citra. sayangnya masyarakat saat ini sudah jauh lebih pintar, lebih bisa menyeleksi peraturan dan bisa menilai berbagai gerak gerik yang mereka lakukan..

well, mungkin benar kalau tidak ada musuh abadi, yang ada hanya kepentingan abadi..

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s