Apakah Kalian Pecinta Snorkeling yang Seperti Ini?

Indonesia Negeri yang Kaya

Sebagai sebuah negara dengan luas lautan lebih besar dari daratannya, Indonesia menyimpan sejuta potensi sumber daya alam yang bisa dikembangkan. Salah satu potensi yang bisa diwujudkan adalah potensi pariwisata. Dari Sabang sampai Merauke beraneka macam wisata alam maupun budaya dapat menjadi pilihan para pemburu “kebahagiaan mata”. Keindahan yang ada ini menarik orang-orang untuk mendatanginya dan membuat memori menyenangkan tersendiri. Tidak hanya dari dalam tapi juga luar negeri.

Keindahan alam ini juga merupakan potensi yang sangat menggiurkan bagi masyarakat setempat. Masyarakat yang tinggal di daerah-daerah yang dikenal sebagai salah satu destinasi wisata, memanfaatkan hal ini sebagai sumber mata pencarian yang mumpuni. Tidak sedikit masyarakat setempat yang menjadi tour guide dan menyediakan berbagai kelengkapan untuk mengeksplore destinasi wisata yang ingin dikunjungi oleh para pelancong atau orang-orang yang mengakui mencintai alam.

Berbagai perlengkapan seperti perahu, homestay, googles untuk snorkling, dan perintilan kecil lainnya sudah banyak disediakan oleh masyarakat yang akan menyambut para turis ini dengan suka cita. Pertanyaannya adalah apakah para pelancong sudah cukup sadar seberapa besar arti dari kunjungan wisatanya? Apakah para turis hanya datang untuk sekedar menikmati ciptaan Tuhan yang maha dahsyat? Atau apakah para pengunjung datang hanya untuk memuaskan nafsu trend yang belakangan marak terjadi? Intinya banyak sekali motif seseorang untuk mengunjungi suatu tempat.

CAMERA

CAMERA

Kali ini saya tidak bermaksud untuk mengkritik motif seseorang ketika berwisata. Saya hanya ingin sekali menghimbau masyarakat yang mengaku mencintai alam Indonesia sebanyak cinta yang saya miliki terhadap ibu pertiwi ini. Saya ingin agar masyarakat yang mengaku jatuh cinta pada lautan sadar. Saya hanya ingin mengingatkan, kalau bukan kita yang menjaga tanah, lautan dan udara Indonesia, siapa lagi yang akan melindungi tanah surga ini?

Beberapa hari yang lalu saya mengikuti open trip yang diadakan oleh sebuah travel agent lokal. Sebenarnya saya merasa lebih nyaman ketika harus pergi sendiri, mengatur segalanya sendiri, tapi demi menghemat budget, akhirnya saya memilih untuk bergabung dengan travel agent ini. Timnya menyenangkan dengan tour guide yang ramah dan anggota open trip yang asik-asik. Intinya saya merasa perjalanan saya akan sangat menyenangkan kali ini, terlepas dari insiden kecopetan di busway yang tidak perlu saya jelaskan di sini 😥

Tujuan destinasi kami adalah Pahawang. Sebuah pulau mungil yang berada di kawasan Lampung Selatan. Well, ini bukan kali pertama saya mengunjungi daratan keripik pisang coklat lezat ini. Sebelumnya saya pun sudah menyapa Samudera Hindia dan para lumba-lumba di Teluk Kiluan, sekali lagi yang berada di Lampung Selatan.

Begitu sampai di Ketapang, dermaga tempat perahu yang akan membawa kami hopping islands, kami bersiap-siap untuk menceburkan diri di birunya lautan super indah ini. Destinasi pertama adalah Pahawang Besar. Perahu kami bersandar di kedalam sekitar tiga meter. Insting saya sebagai “manusia air” langsung tertantang untuk mencicipi air asin di sini. Setelah sedikit pemanasan, saya langsung melompat menuju birunya air laut. Berenang semakin ke tepi warna biru air laut berubah menjadi warna-warni karang yang begitu indah, minus bulu babi.

Ikan berwarna-warni mungkin tak banyak terlihat di sini, tapi keindahan terumbu karang yang berada di sini begitu memukau mata. Saya merasa sedang berada di “rumah”, ahhhh… ini nih naluri manusi ikan.

Anggota lainnya yang ikut dalam perjalanan ini juga mulai menceburkan diri, lengkap dengan vest, fins dan googles. Untuk yang tidak terbiasa berenang dengan googles dan alat snorkle memang sebaiknya menggunakan vest atau baju pelampung. Selain untuk menghindari kesulitan bernafas, penggunaan vest ini juga sangat baik untuk menjaga ekosistem bawah laut. Kenapa? Begini, ketika berenang menggunakan googles dan snorkle (kacamata dan pipa untuk alat bantu bernafas), kita pastinya akan merasa sedikit aneh karena harus bernafas menggunakan mulut, terutama untuk yang tidak terbiasa. Hal seperti ini cukup sering membuat kita panik dan pada akhirnya banyak yang mencari tumpuan untuk menginjakkan kaki. Aktivitas “menyelamatkan diri” ini justru menjadi ancaman yang membuat terumbu karang menjadi korban.

CAMERA

Aktivitas pariwisata justru merusak terumbu karang

CAMERA

Tidak sedikit terumbu karang yang patah karena banyak turis yang ngotot berenang tanpa pelampung atau terkena kibasan kaki katak yang digunakan oleh para turis ini. Belum lagi sesi foto underwater yang biasanya cukup maksa. Kenapa maksa? Karena biasanya turis meminta untuk difoto di antara karang, tapi si turis justru tidak bisa menenggelamkan diri tanpa memegang karang yang berada di sekitarnya. Pasti tahu dong akibatnya? Yep!!! Terumbu karang pastinya patah!!! Karena semakin cantik terumbu karang, maka akan semakin rapuh juga dia.

Sedikit informasi tentang terumbu karang nih, terumbu karang ini adalah sebuah kota indah tempat para ikan dan biota laut lainnya tumbuh. Struktur terumbu karang sendiri terbuat dari zat kapur yang sangat rentan patah. Terumbu karang butuh waktu ratusan tahun untuk bisa tumbuh subur, satu tahun terumbu karang hanya akan tumbuh setinggi 1 centimeter. Jadi bisa dibayangkan dong, berapa tahun yang dibutuhkan oleh para terumbu karang ini untuk bisa mengobati dirinya dari obsesi manusia?

Kedengarannya saya traveler sok suci banget ya? Ahhhh, tapi ini fakta lho. Saya tidak melarang para turis untuk berfoto atau menikmati ciptaan Tuhan yang maha indah ini, but please people, be a smart traveler!!! Silahkan ambil foto sebanyak-banyaknya, tapi jangan pernah sentuh apalagi menginjak-injak tanaman atau hewan yang ada di bawah lautan sana. Kamu sendiri apa mau tiba-tiba ada raksasa datang menginjak-injak rumahmu, membuatnya hancur berantakan? It’s a big no right? Kalau memang tidak bisa berenang, gunakan baju pelampung, atau kalau ngotot melepas pelampung cobalah mengambang di atas permukaan air supaya kamu tidak merusak terumbu karang yang ada. Kalau keadaan memang sangat terpaksa, injaklah karang yang berukuran besar yang biasa dikenal dengan karang otak. Karang otak ini memiliki struktur lebih kuat. Sekali lagi, hanya kalau terpaksa lho ya…

img_20131010000836_52558d94445b5

10808669_895785783787261_1998735655_a

Satu lagi yang harus diperhatikan. Ketika sedang menikmati keindahan bawah air, cukup banyak turis yang berjumpa dengan Pattrick, alias bintang laut. Ketika diambil, bintang laut tidak bisa melakukan apa-apa kan? Tapi pernah membayangkan gak apa yang terjadi dengan bintang laut ini? Mungkin saja kan bintang laut ini sedang dalam sebuah perjalanan menuju suatu tempat, tapi kamu justru mengambilnya dari tempanya semula. Bintang laut itu seperti keong, jalannya pelaaaaaannnn banget. Mungkin kalau dia bisa ngomong pasti bilang begini, “yaelahhhh, gue udah jalan jauh-jauh, malah lo ambil. Manusiaaaaa ohhh manusiaaa.. makhluk paling sempurna, tapi tindakannya selalu sembrono”. Banyak banget orang-orang yang pengen banget foto bareng bintang laut ini. Saya pun dulu begitu, tapi setelah saya tahu faktanya, saya menyesal pernah melakukannya. Banyak juga yang sengaja mengambil bintang laut ini kemudian dibawa pulang, untuk apa? Bintang laut ini makhluk hidup, ketika tidak ditempat yang seharusnya dia akan mati dan membusuk. GASP!!!

CAMERA

So guys, please be a smart traveler. Silahkan nikmati semua keindahan yang ada di depan mata kamu. Just take pictures and make your best memories. Jangan ambil yang seharusnya tidak kamu ambil. Satu yang juga wajib kamu lakukan, jangan pernah buang sampah ke lautan!!! Laut itu rumah para ikan, terumbu karang dan teman-temannya. Ketika manusia menjelajahinya, kita cuma numpang untuk ikut menikmati alamnya yang indah. Jadi jangan pernah rusak atau mengambil apa yang ada di bawah sana, supaya kita bisa wariskan keindahannya ke anak cucu kita. Saya lupa ini perkataan siapa, tapi kita sama-sama harus menyadari kalau sebenarnya keindahan yan kita lihat adalah pinjaman dari anak cucu kita. Kalau ngaku cinta laut, harus berani untuk menyelamatkannya ya..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s