Ternyata Ada Banyak Jenis Traveler : Kamu Traveler Seperti Apa?

We travel, some of us forever, to seek other places, other lives, other souls. – Anais Nin.

Apa sih alasan kamu, kamu, dan kamu untuk mengunjungi suatu tempat?

Bosan dengan rutinitas yang dialami selama ini?

Ingin menemukan pengalaman baru?

Gengsi?

Biar masuk golongan anak gaul yang udah jalan kesana-kemari?

Pasti ada banyak sekali alasan yang muncul ketika kita dihadapkan pada pertanyaan, “apa sih alasan gue buat pergi kesini?”.

Mau memacu adrenaline?

Mau mencoba sensasi daratan bersalju?

Ingin berselancar di kontur ombak yang baru?

Ingin sekedar clubbing di night club yang terkenal di kota tertentu?

Atau ingin merasakan sensasi mendaki gunung yang masuk dalam list “before I die” milik kamu?

Semuanya adalah alasan yang sah dan wajar untuk membuat kamu melakukan aktivitas yang dikenal dengan istilah traveling ini.

Tapi ternyata bukan cuma  alasan kamu bepergian saja yang banyak golongannya. Seorang traveler pun ternyata ada banyak golongannya saat ini. Nah, ini dia “golongan-golongan” traveler yang dikenal dunia saat ini!

1. Groupies Traveler

Source : http://bit.ly/1KJ0HDQ
Picture Source : http://bit.ly/1KJ0HDQ

Dari judulnya saja mungkin udah jelas banget ya kalau pejalan yang masuk kategori ini selalu bepergian secara berkelompok. Groupies traveler biasanya merupakan sebuah kelompok yang terdiri dari minimal tiga sampai lima orang yang bertujuan untuk menjelajah sebuah tempat, terutama tempat-tempat terkenal yang biasa dikunjungi orang-orang. Selain supaya bisa menjaga satu sama lain selama bepergian, orang-orang yang masuk dalam kategori ini biasanya ingin bepergian dengan budget yang bisa dibagi rata, supaya biaya perjalanan bisa jadi lebih murah. Walaupun ingin perjalanan yang cenderung murah, groupies traveler biasanya juga mengutamakan kenyamanan selama perjalanan. Groupies Traveler biasanya juga terdiri dari orang-orang dengan keahlian tertentu, misalnya miss riset, tuan pemberani, nona penghitung pengeluaran, sampai si pemberani yang akan menjaga satu sama lain. Kalau kamu memilih untuk bepergian dalam sebuah Groupies Traveler sebaiknya diskusikan berbagai hal yang ingin dilakukan dan minimalkan perdebatan yang tidak penting ya.

2. Lonely-Wolf Traveler

Source : http://bit.ly/1FMnSNE
Picture Source : http://bit.ly/1FMnSNE

Nahhhh, kategori satu ini jelas-jelas bertolak belakang dengan kategori sebelumnya. Si Lonely-Wolf Traveler biasanya merasa jauh lebih nyaman ketika harus bepergian sendiri, tanpa ada orang-orang yang menghambat tiap langkah yang dia ambil. Orang-orang yang suka bepergian sendiri biasanya merasa nyaman ketika harus mengeksplorasi berbagai hal yang dia temukan ketika mengunjungi suatu tempat. Walaupun penyendiri, si lonely-wolf ini biasanya sangat tertarik mengenal lingkungan yang dikunjunginya jauh lebih dekat. Mudah beradaptasi dengan lingkungan baru, itulah yang mungkin bisa menggambarkan satu sisi utama si Lonely-Wolf Traveler ini. Psssttt, berkelana ke suatu tempat yang baru mungkin bisa sedikit tricky ya. Bisa jadi budget melambung atau ketika diperjalanan kamu mlaah menemukan hal-hal yang menjadi rintangan. So, kalau kamu mau menjadi seorang Lonely-Wolf Traveler jangan lupa riset sebelum bepergian dan jangan lupa untuk selalu bersikap ramah dengan orang yang ditemui ketika berada di perjalanan ya.

3. Culinary Traveler

Source : http://cntrvlr.com/1FMomTU
Picture Source : http://cntrvlr.com/1FMomTU

I LOVE FOODS!!!

Mungkin ini yang menjadi alasan utama kamu melakukan sebuah perjalanan ke kota seberang ya. Yep! Untuk berburu makanan khas yang ada di sana. Culinary Traveler biasanya mengunjungi tempat-tempat dengan potensi makanan khas yang berlimpah. Si Mr. or Mrs. Culinary mungkin tidak terlalu tertarik dengan pemandangan yang disajikan pantai paling indah di negeri seribu pantai, tapi mereka pasti akan teriak kegirangan ketika menemukan restoran seafood murah yang terkenal di kota tersebut. Buat si doyan makan, tetap harus hati-hati ya ketika icip-icip makanan, jangan sampai sakit perut karena kebanyakan makan, liburan kamu malah jadi berantakan.

4. Photography Traveler

Source : http://bit.ly/1F3rpID
Picture Source : http://bit.ly/1F3rpID

Traveler yang satu ini sangat mencintai gadget utamanya yang sudah menjadi belahan jiwanya. Mulai dari kamera DSLR, kamera handphone. kamera analog atau jenis-jenis kamera lainnya yang selalu ditenteng kemana pun dia pergi. Seorang photography traveler biasanya sangat suka mengunjungi tempat-tempat dengan pemandangan yang indah atau sebuah bangunan tua yang unik untuk menjadi objek jepretan. Tapi tidak sedikit juga yang lebih memilih untuk menjadi objek jepretan. Kalau sudah begini orang-orang yang ada di sekitarnya harus ekstra sabar, karena akan ada puluhan pose foto di tempat yang sama. hehehe.. :))

Photography Traveler biasanya gak bisa jauh-jauh dari sinyal internet dan media sosial, karena up-date perjalanan adalah sesuatu yang wajib untuk terus diberitakan kepada dunia. Selain cukup banyak dikenal karena hasil karyanya, menjadi seorang Photography Traveler juga banyak manfaatnya dari segi pemasukan kantong. Bisa jalan-jalan lagi deh!!!

5. Richie-Rich Traveler

Picture Source : http://bit.ly/1GM1lwE
Picture Source : http://bit.ly/1GM1lwE

Gak usah ngomong soal budget minim, karena gak pernah ada istilah low-budget untuk orang-orang dari kalangan Richie-Rich ini. Mereka biasa bepergian dengan koper ukuran besar, menginap di hotel mewah, rental mobil bagus selama perjalanan, dan yang pasti mengunjungi tempat-tempat mahal dan terkenal yang sudah tersohor ke seluruh penjuru negeri. Sisi baik yang bisa di dapatkan si Richie-Rich adalah kenyamanan ekstra selama bepergian dan tak perlu khawatir akan digit angka yang harus dikeluarkan dari kocek. Selama hati senang, uang bukanlah segalanya.

6. Earth-Lover Traveler

Source : http://bit.ly/1JNATZB
Picture Source : http://bit.ly/1JNATZB

Bumi kita semakin tua, alam kita juga sedikit banyak semakin rusak karena tumpukan sampah yang ditinggalkan para traveler yang gak sadar lingkungan. Puncak tertinggi Himalaya saja sempat dinobatkan sebagai tong sampah tertinggi di dunia, karena banyaknya sampah yang ada di sana. Mungkin hal ini sedikit banyak memotivasi para Earth-Lover untuk berwisata. Orang-orang yang mengutamakan pengalaman ini biasanya mencari ketenangan, sekalian ikut sedikit membenahi bumi. Aktivitas mereka tidak akan jauh-jauh dari menanam kembali hutam mangrove, menjadi relawan memungut sampah sepanjang jalur pendakian gunung, hingga melakukan gerakan hari bersih-bersih pantai sedunia. Harus lebih banyak lagi traveler yang berada dalam kategori ini!

7. Sit and Relax Traveler

Picture Source : http://bit.ly/1IbwCgC
Picture Source : http://bit.ly/1IbwCgC

Mereka biasanya memiliki waktu yang sedikit untuk berlibur dan tidak memiliki waktu yang memadai untuk mencari tahu perahu mana yang harus dirental untuk menuju kaki bukit yang ingin dijelajahi. Mereka lebih memilih untuk mempercayai perjalanannya kepada travel agent yang sudah mengatur seluruh rangkaian perjalanan sampai transportasi yang akan digunakan. Liburan merupakan sebuah sarana untuk para Sit and Relax Traveler ketika ingin melarikan diri sejenak dari berbagai rutinitas yang membebani mereka.

Nahhhh, ada banyak banget kan golongan-golongan traveler. Selain golongan-golongan yang ada di atas, para pejalan juga sebenarnya dibedakan menjadi dua kelas utama yang sedikit berbeda, yaitu backpackers dan flashpackers.

Picture Source : http://bit.ly/1E3O0iC
Picture Source : http://bit.ly/1E3O0iC

Mungkin kita gak perlu repot-repot mengartikan secara harfiah dari kata backpackers ini ya.. Lewat beberapa tulisan dan beberpa forum dari dalam dan luar negeri yang saya baca, backpackers adalah sebuah kata yang menggambarkan seseorang yang melakukan sebuah perjalanan dengan menggunakan tas punggung, dan yang paling penting adalah dengan menghabiskan dana seminimal mungkin.

Seorang backpackers biasanya akan melakukan riset secara mendalam ketika ingin mengunjungi suatu tempat. Mereka memiliki waktu yang fleksible, sehingga mereka cukup sering menetap di sebuah tempat selama beberapa bulan. Para backpackers berprinsip untuk meminimalisir pengeluaran, sehingga hotel mewah atau kendaraan eksekutif kelas satu biasanya tak pernah masuk sekali pun ke dalam kamus hidup backpacking mereka. Bukan karena pelit atau gak punya uang, para backpackers lebih memilih untuk menghabiskan uang mereka pada tempat dan waktu yang tepat, bukan hanya mengejar kemewahan semata.

Para pengelana yang menamai diri mereka backpackers juga biasanya sangat cepat beradaptasi dengan lingkungan. Mereka menghargai aturan yang dijunjung oleh penduduk setempat. Tidak seperti para pejalan yang biasanya mau direpotkan dengan oleh-oleh, para backpackers lebih suka ketika harus menghabiskan uangnya untuk sebuah pengalaman yang baru. Waktu dan uang yang mereka habiskan adalah sebuah gerbang tersendiri untuk menikmati sebuah petulangan baru yang ingin mereka dapatkan.

Picture Source : http://bit.ly/1E3ORQ9
Picture Source : http://bit.ly/1E3ORQ9

Sementara itu flashpackers berasal dari singkatan kata flash dan backpackers. Belum banyak memang yang mengerti akan istilah ini, tapi sejumlah forum traveling mengartikan flashpackers ke dalam kelompok para pejalan yang memiliki waktu traveling terbatas, namun tetap ingin mengeksplorasi tempat atau suasana baru. Keterbatasan waktu yang dimiliki oleh para flashpackers ini membuat mereka “menghalalkan” berbagai cara untuk menikmati waktu taveling sebisa mungkin.

Bisa saja para flashpackers mengikuti sebuah agen tertentu yang bisa mengantarkan mereka ke sebuah tempat yang  ingin dikunjungi atau mereka justru bergabung dengan forum para pejalan yang ingin traveling bersama agar bisa lebih hemat dan murah. Intinya seorang flashpackers bisa menjadi seorang Richie-Rich Traveler atau bisa jadi traveler gembel sekalian karena mereka memiliki uang untuk berlibur, namun dengan waktu yang terbatas.

Seorang flashpackers cenderung akan memanfaatkan celah sekecil apapun untuk bisa menemukan sebuah pengalaman baru ketika berkunjung ke sebuah destinasi wisata yang baru.

Poin penting dari sebuah perjalanan adalah untuk bersenang-senang. Golongan manapun kamu, cerita baru dan pengalaman tak terlupakan selama perjalanan adalah sebuah prioritas bagi semua kalangan pejalan.

Jangan lupa untuk selalu menjaga lingkungan yang kamu kunjungi!

Jangan buang sampah sembarangan dan jangan menginjak terumbu karang hanya untuk mengabadikan momen underwater kamu!

Keep Traveling, guys!!!

Advertisements

2 thoughts on “Ternyata Ada Banyak Jenis Traveler : Kamu Traveler Seperti Apa?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s