Kapan Kawin???

Marriage is not 50-50, divorce is 50-50. Marriage has to be 100-100. It isn’t dividing everything in half, but giving everything you’ve got – Dave Willis

Kali ini gue pengen bahas sesuatu yang mungkin lain dari biasanya. Sesuatu yang menjadi momok menakutkan bagi sebagian orang, terutama ketika memasuki waktu kumpul-kumpul keluarga. KAPAN KAWIN?

Judulnya mungkin mulai akrab di telinga orang-orang seusia gue. Di usia yang dianggap society sebagai usia yang tepat untuk menikah. Di usia yang dipandang masyarakat sebagai fase tepat untuk menjalin komitmen yang lebih tinggi dan hakiki.

Gue mungkin termasuk salah satu dari banyak orang yang gak begitu pengen nikah buru-buru. Menurut gue ada banyak hal yang pengen gue raih, sebelum gue mendedikasikan diri gue untuk mengabdi pada keluarga kecil gue nantinya.

Bukan artinya gue juga pengen nikah ketika gue udah tua. Bukan, bukan itu.

Menikah itu kan bukan hal sesepele makan nasi padang di Pasar Senen. Untuk tahap awalnya aja lo harus bisa jalin komunikasi yang baik, bukan cuma dengan keluarga lo, tapi juga dengan keluarga pasangan lo. Setelah berbagai proses penjajakan, lo juga harus mempersiapkan semua perintilan untuk resepsi pernikahan lo. Lo musti mulai nabung untuk biaya pernikahan lo. Yaaa, kalau lo dari keluarga kaya raya, mungkin gak perlu putar otak untuk bayar baju resepsi atau uang katering kan..

Khusus buat para perempuan (atau ini cuma ada di pikiran gue?) lo pasti punya banyak impian soal konsep acara pernikahan. Mulai dari wedding dress yang pengen lo pakai, sampai lagu yang pengen jadi playlist acara kawinan lo ntar. Nahh, lo harus siap-siap deh untuk berkompromi soal ini, karena biasanya bakal banyak argumen yang muncul. Mulai dari yang membangun atau justru bikin lo ngerasa semua wedding dreams lo hancur berantakan. Tetap tenang! Toh lo gak bakal mati cuma karena menu katering ditentukan oleh sang calon mertu. Intinya sih, harus pinter-pinter negosiasi!!!

Nah, untuk masalah materi, gue percaya sama semua cerita soal “rezeki pasti bakal datang dengan sendirinya ketika lo punya niat yang baik”. Entah kenapa, tapi gue percaya sama kata-kata ini.

Menikah juga bukan soal uang, lo juga harus udah siap mental, lahir dan bathin untuk membangun keluarga kecil lo. Lo harus mulai belajar untuk memendam ego lo ketika sudah dapat title istri si anu atau suami si anu. Tapi gak bakal sulit asal lo dan pasangan harus saling pengertian.

Duhhh, kayaknya gue ahli banget ya dalam masalah ini…

Tapi ini semua gue dapet dari cerita-cerita para pengantin baru atau teman-teman yang akan segera melangsungkan hari bahagianya..

Terus gue kapan kawin???

(featured image credit : http://goo.gl/CMoLrt)

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s