Ketika Rencana Hanya Wacana

curvytravelermissmotahari

If “plan A” didn’t work. The alphabet has 25 more letters! Stay cool!!! – Anonymous.

Kalau lo suka banget jalan, pasti akrab dengan yang namanya wacana. Gue sendiri cukup sering mengahadapi berbagai wacana jalan-jalan yang pada akhirnya berbuntut pada gagal jalan-jalan.

Akhir tahun lalu gue sempat ngerencanain buat nge-trip ke Takabonerate. Membayangkan air lautnya yang bening, ditambah lagi dengan naluri “diver baru yang sedang bergejolak” membuat gue berapi-api untuk menyiapkan berbagai akomodasi dan transportasi menuju kesana.

Gue mulai rajin riset rute sampai penginapan selama perjalanan. Gue bahkan udah sempat teleponin driver yang bisa mengantarkan rombongan kita dari Makassar menuju Tanjung Bira dengan harga murah meriah. Kontak operator diving beserta dengan price list-nya juga sudah di tangan. Berbagai blog yang mengulik seputar tips and tricks menuju Takabonerate habis gue baca.

Tapi semuanya tinggal wacana. ketika partner jalan-jalan gue kejebak sama ritme kerja yang gak bersahabat. Kecewa? Ya jelas dong! Tapi gak bisa marah, karena ya memang sudah nasibnya kita begitu. Gue pun pada akhirnya juga terjebak pada ritme kerja yang menyulitkan berbagai hajat jalan-jalan yang udah gue rencanain. Lagi-lagi Rencana Hanya Tinggal WACANA!

Awal tahun lalu gue juga sempat ngerencanain untuk dive trip ke Sabang, Aceh. Semua kebutuhan menuju pulau di ujung pulau Sumatera ini sudah gue selidiki. Rencananya kita akan berangkat di awal bulan Mei, karena bertepatan dengan long weekend. Perasaan bahagia karena akan segera bertemu dengan kawanan ikan air asin mulai menggelora di hati dan pikiran.

Tapi beberapa minggu kemudian, gue dirotasi ke program lain. Program yang membutuhkan konsentrasi penuh. Gue happy banget, secara gue sekarang ikut ambil bagian dalam program besar yang secara langsung atau enggak, menjadi salah satu ujung tombak kantor gue (cailaaahhhh!!!!). Permintaan cuti juga sebenarnya masih bisa diatur, asal gak berdekatan dengan event besar.

Datangnya kerjaan tak dapat ditolak, prediksi keberangkatan gue ke Aceh berdekatan dengan jadwal luar kota yang akan sangat menyita waktu, pikiran dan tenaga. Kecewa? Tentu saja! Tapi gue tetap mencoba untuk positive thinking! Pasti ada hikmah besar dibalik rentetan kerjaan ini (aiiihhhh, gue jadi bijak banget!!!)

Kerjaan bukan sekali dua kali jadi alasan utama yang membuat rencana gue berubah menjadi wacana. Sering!!! Sudah terlalu sering!!! Terkadang ada sedikit rasa sesal di dalam hati karena baru kepengen jalan-jalan, ketika gue sudah menggeluti dunia kerja. Habis kalau jaman kuliah, gak punya uang untuk kesana kesini.

Tapi mau bagaimana lagi.. Selalu ada prioritas yang harus diutamakan, kan?

ITU WACANAKU, MANA WACANA MU???

 

 

Advertisements

2 thoughts on “Ketika Rencana Hanya Wacana

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s