Magisnya Anak Gunung Krakatau (last part)

When something is too hard.. There is always another way – Charlie from Finding Dory

Hari kedua di trip Anak Gunung Krakatau di mulai pada pukul 3 dini hari. Kami diminta untuk bersiap-siap ke kapal, supaya bisa hunting sunrise dari atas Anak Gunung Krakatau. Namun memang dasarnya orang Indonesia, kita baru berangkat pukul 4 pagi.

Ombak besar bertubi-tubi menghantam lambung kapal, tapi gue terlalu lelah, lelap dalam tidur sampai akhirnya air laut masuk melalui celah-celah kecil di didinding perahu. Hujan besar mengguyur hampir di sepanjang perjalanan. Niatnya ingin tidur, tapi malah keburu sibuk menahan dingin.

Hampir sekitar 2 jam kami terombang ambing di tengah laut, sebelum akhirnya perahu menepi di Cagar Alam Anak Gunung Krakatau. Rencana berburu sunrise kandas sudah, karena materi telah membumbung tinggi.

Anak Gunung Krakatau didominasi oleh pasir hitam di berbagai sisi. Kami mendaki menuju “puncak” tertinggi yang diperbolehkan bagi pengunjung. Sebab Anak Gunung Krakatu termasuk gunung yang aktif, jadi akan berbahaya jika pengunjung lebih tinggi atau terlalu dekat dengan kawah anak gunung Krakatau.

A lil bit of my friendly advice, kalau mau naik ke atas puncak sebaiknya lo pakai sendal gunung ya.. Karena kontur tanah yang berpasir justru akan menyulitkan kalau lo nekat muncak hanya berbekal sendal jepit apalagi sepatu cantik.

faniauliamotahari_missmotahari16-ok
Dari jalur pendakian menuju puncak Anak Gunung Krakatau

Di atas puncak gunung ini hamparan lautan terlukis begitu indah. Terlalu sulit untuk ditolak. Sebuah ketukan kecil terlintas di kepala gue, “duhhh.. betapa kecilnya manusia dan betapa besarnya kekuatan Sang Pencipta..”. Terlalu indah bahkan lensa-lensa kamera tak mampu menyimpulkan keindahan yang tertangkap oleh mata.

Setelah puas menikmati puncak Anak Gunung Krakatau, kami pun turun untuk sarapan di tepi pantai. Mungkin karena lelah habis mendaki, atau memang dasarnya sedang kelaparan, sebungkus nasi uduk plus bakwan goreng habis dilahap.

Tour guide mengajak kami untuk segera berpindah pulau. Pulau yang terakhir ini gue lupa apa namanya. Bawah lautnya lebih baik dari snorkeling sites sebelumnya, tapi arus di sini agak kencang. Tour guide pun meminta kami untuk segera naik karena kondisi perairan tidak mendukung kami untuk snorkeling lebih lama.

img-20160425-wa0043
Dari Puncak Anak Gunung Krakatau

Kami pun berlayar kembali melintasi perairan menuju Pulau Sebesi untuk berkemas. Setelah makan siang, tepat pukul 11 kami berlayar pulang menuju Dermaga Canti yang kemudian dilanjutkan dengan carteran angkot menuju Pelabuhan Bakauheni.

Anak Gunung Krakatau, satu dari sekian banyak keajaiban dunia yang memiliki secuil keindahan. Namun jika bukan kita yang menjaga, siapa lagi yang akan melindunginya?

CAMERA
Nemenin yang lagi anget-angetnya pacaran
CAMERA
Me doing some dugong activity 🙂

CAMERA

faniauliamotahari_missmotahari-14-ok
Salah satu sudut Pulau Sebesi
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s