Curug Ciherang: Surga Tersembunyi di Timur Kota Bogor

A waterfall starts with one drop of water, look what comes from that – PK

Setelah sekian lama tidak mengunjungi tempat baru, akhirnya minggu lalu, gue, pacar dan beberapa teman memutuskan untuk jalan-jalan ke objek wisata baru di Bogor. Namanya Air Terjun Ciherang atau biasa dikenal dengan nama Curug Ciherang. Curug artinya air terjun dalam Bahasa Sunda. Ada banyak air terjun di sekitar kota Bogor dan hampir seluruhnya dinamai dengan kata Curug.

Curug Ciherang berlokasi di Desa Sukawangi, Kecamatan Sukamakmur, di sebelah timur Kota Bogor. Curug ini sangat mudah diakses, tapi gue menyarankan untuk mengunjungi curug ini dengan menggunakan sepeda motor. Jalur yang harus dilewati termasuk terjal plus ada beberapa titik dengan kondisi jalan yang rusak, jadi pastikan kondisi motor lo dalam keadaan baik dan terawat.

Awalnya ada beberapa teman yang akan ikut serta dalam perjalanan kali ini. Namun pada akhirnya hanya tiga orang yang jadi berangkat. Hanya gue, si pacar dan teman sekantor gue Dimas.

Minggu pagi itu gue dan pacar berangkat sekitar pukul 5.30 pagi menggunakan Si Merah, motor kesayangan si pacar yang usianya hampir seumuran dengan umur pacaran kita. Kita janjian untuk ketemuan dengan Dimas di sekitaran Cibubur Junction jam 7 pagi.

Udara dingin pagi itu berhasil membolak balik perut gue. Laper banget sob! Beberapa pedagang sudah mulai menjajakan dagangannya. Beberapa kali juga si merah melintasi pasar yang ramai dengan pedagang dan berbagai jenis makanan. Akhirnya kita berhenti di abang-abang penjual lontong Padang. Rasanya lumayan! 10 ribu sudah dapat lontong sayur plus telur bulat dan rasanya lumayan enak!

Grogol – Cibubur tembus sekitar 45 menit. Gue dan pacar memutuskan untuk menunggu Dimas di gerai donat yang ada di pom bensin Cibubur Junction. Sekitar pukul 7.15 Dimas sampai di meeting point. Lima menit kemudian kami pun berangkat menuju Jonggol.

Jalur menuju Jonggol termasuk mudah, tinggal lurus-lurus saja melewati Cibubur, Cileungsi dan beberapa desa yang gue lupa apa namanya. Semakin menuju pinggiran, jalanan mulai semakin mengecil. Pemandangan pun mulai berganti. Spanduk-spanduk yang menawarkan harga terjangkau untuk perumahan mewah berganti dengan rimbunnya pepohonan. Rumah-rumah mewah berganti dengan rumah mungil warga yang teduh dan asri. Debu jalanan pun berubah menjadi hamparan sawah, ada yang mulai menguning, ada yang kecokelatan karena baru selesai dipanen.

faniauliarini_missmotahari4
Pemandangan seperti ini di kiri dan kanan jalan
faniauliarini_missmotahari5
Hanya 2 jam dari hiruk pikuk kota Jakarta!!

Jalanan semakin terjal ketika kami memasuki desa Sukawangi. Di beberapa titik malah ada jalanan yang rusak dan diperparah dengan sisa hujan semalam yang membuatnya menjadi licin dan berbahaya untuk dilewati. Being aware is a must!!! Karena kita gak pernah tahu apa yang menyambut kita di jalanan, kan?

Pacar gue sempat was-was, khawatir si merah gak sanggup nanjak. Tanjakan semakin banyak ketika kita semakin dekat menuju curug. Di kiri dan kanan jalan banyak bengkel sepeda motor yang meraup lembar-lembar rupiah dari motor-motor yang mogok di tengah jalan.

Syukurlah si merah dapat bertahan, sekitar jam 9.20 kami pun sampai di Curug Ciherang. Untuk 3 orang dan 2 sepeda motor, kami harus membayar sekitar 55 ribu rupiah. Uang ini sudah termasuk biaya kebersihan, biaya masuk curug dan biaya parkir. Kalau menurut gue sih biaya ini termasuk wajar, karena parkirannya rapi dan terjaga.

faniauliarini_missmotahari2
Curug Ciherang!!!
OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Curug Ciherang
OLYMPUS DIGITAL CAMERA
View dari Curug Ciherang

Lokasinya juga lumayan bersih, walaupun kesadaran warga yang berkunjung masih minim, karena banyak banget yang secara sadar atau tidak meninggalkan sampah di beberapa titik.

Tapi layaknya objek wisata lainnya di dalam lokasi ada beberapa micro transaction yang bisa lo temui. Misalnya kalau lo mau naik dan foto di rumah pohon, lo harus bayar 2 ribu rupiah untuk lima menit. Sekali masuk ruang ganti lo harus bayar 2 ribu rupiah, begitu juga kalau lo mau bilas setelah main air di sekitar curug.

Buat gue sih gak masalah, karena warga setempat benar-benar menjaga lokasi ini. Terbukti dari rumah kayunya yang kokoh, ruang bilas yang bersih dan lokasi yang asri. Begini nih seharusnya warga lokal menjaga lokasi wisatanya!

Pacar dan Dimas mutusin untuk nyebur setelah foto-foto. Gue sendiri memilih untuk hunting lebih banyak lagi foto. Malu sih sebenarnya. Banyak pengunjung yang nyeburin diri, tapi hampir semua pengunjung perempuannya memakai kaos berlengan pendek, bahkan berlengan panjang dan legging panjang. Gue jadi sungkan sendiri, karena cuma bawa tanktop dengan potongan dada terlalu rendah plus celana pendek untuk berenang.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Hammock – hammock-an

Dimana bumi dipijak, disitu langit dijunjung. Sip! Gue gak usah nyebur, dari pada gak enak  hati dilihat orang. “Tumben, fan lo mikirin apa kata orang” kata dark side dalam kepala gue. “Masuk kampung orang mah harus tahu aturan!!! Act like locals!” begitu si bright side mencoba mempertahankan gue dari gempuran si dark side. 

Bright side won the battle!!! Gue gak jadi berenang. Berburu foto jauh lebih menarik. Pemandangan seindah ini berhasil membius gue untuk menjelajahinya lebih jauh lagi.

Gue gak begitu yakin seberapa tinggi curug ini menerjunkan air-air dingin yang segar ke bumi. Sekitar 15 meter mungkin? Tapi yang jelas suasana asri dan sejuk sanggup membuat siapa saja yang berkunjung relaks, lupa dengan padatnya ibukota. Belum lagi pemandangan yang disajikan dari atas ketinggian, begitu menggoda, begitu menakjubkan. MENYENANGKAN!!!

faniauliarini_missmotahari12
Pemandangan dari pintu masuk Curug Ciherang

Setelah puas hunting foto, setelah Dimas dan pacar puas main air, tepat pukul 12 siang kami pun meninggalkan Curug Ciherang dan rumah pohonnya yang laris diburu pengguna Instagram untu update foto narsis.

Dibalik namanya yang unik dan asing didengar, Jonggol punya pesonanya yang memikat. Terlalu sayang untuk ditolak, terlalu manis untuk dilupakan. Sampai jumpa lagi Jonggol, sampai ketemu lagi Curug Ciherang!!! Semoga warga lokal dan para pengunjung bisa menjaga keasrian tempat ini dari kanker yang bisa mematikan bumi, yang bernama SAMPAH!

OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Wisata buat kita, sumber penghasilan untuk mereka
OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Tahu Sumedang: Makanan Wajib!!!

faniauliarini_missmotahari3

OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Fusion Mode On
OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Love is in the air!!
faniauliarini_missmotahari13
Rumah Pohon di Curug Ciherang
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s